Ketika kegalauan massal melanda posko kkn desa jerogunung, maka beginilah
ekspesi wajah yang tercermin dari
ketua posko (habib) bersama satu anggotanya (hamzanwadi) dan anggota-anggota
yang lainnya sedang mencoba membenturkan wajahnya di tembok-tembok rumah posko
saking kacaunya hati mereka. Inilah yang dinamakan kegalauan massal itu. Sangat
ironis memang kejadian ini, hanya karena satu buah tahuisi mereka rela membenturkan
kepalanya ke tembok lantaran berebutan tahuisi. Kejadian itu kusaksikan sendiri
dengan mata kepalaku sendiri.
Siang hari setelah makan siang, aku (habib), lukman, hamzanwadi, imas,
mahusin, dan evan bertarung memperebutkan tahuisi. Dengan serentak mereka
melompat kearah sebuah tahuisi diatas piring dan tahuisi itupun terbang keatas
dan menempel di langit-langit rumah, tepatnya disamping lampu neon di
langit-langit rumah itu. Selang beberapa menit, tahuisi itupun jatuh dan
ditangkap oleh elina yang sedang berdo’a mengangkat kedua tangannya keatas.
”alhamdulillah rejeki nompolok..!”, kata elina dengan mata berbinar-binar penuh
harap bercampur haru.
Tidak cukup sampai disana, seri, lia dan zarkasi datang menyerang elina
yang baru saja mendapatkan
