Deskripsi teks

ini adalah diariku, catatan kehidupanku. aku merasa tenang setelah menuliskan keluh kesah dan harapanku. atau mungkin sesuatu yang baru saja kualami dan temui, semua tertuang disini.

Rabu, 12 Juni 2013

Kegalauan Massal di Posko KKN




Ketika kegalauan massal melanda posko kkn desa jerogunung, maka beginilah ekspesi wajah yang tercermin dari ketua posko (habib) bersama satu anggotanya (hamzanwadi) dan anggota-anggota yang lainnya sedang mencoba membenturkan wajahnya di tembok-tembok rumah posko saking kacaunya hati mereka. Inilah yang dinamakan kegalauan massal itu. Sangat ironis memang kejadian ini, hanya karena satu buah tahuisi mereka rela membenturkan kepalanya ke tembok lantaran berebutan tahuisi. Kejadian itu kusaksikan sendiri dengan mata kepalaku sendiri.
Siang hari setelah makan siang, aku (habib), lukman, hamzanwadi, imas, mahusin, dan evan bertarung memperebutkan tahuisi. Dengan serentak mereka melompat kearah sebuah tahuisi diatas piring dan tahuisi itupun terbang keatas dan menempel di langit-langit rumah, tepatnya disamping lampu neon di langit-langit rumah itu. Selang beberapa menit, tahuisi itupun jatuh dan ditangkap oleh elina yang sedang berdo’a mengangkat kedua tangannya keatas. ”alhamdulillah rejeki nompolok..!”, kata elina dengan mata berbinar-binar penuh harap bercampur haru.
Tidak cukup sampai disana, seri, lia dan zarkasi datang menyerang elina yang baru saja mendapatkan
tahuisi. Pertikaian antara elina, lia, zarkasi, dan seri begitu sengit dan tahuisi jatuh ketangan zarkasi. Lagi-lagi kecemburuan sosial terjadi di posko tercinta ini, gara-gara tahuisi yang dimonopoli oleh zarkasi itu rauhil, bq. Lina, dan awie memberontak dan berunjuk rasa menuntut keadilan kepada zarkasi. Akhirnya tahuisi berhasil dilemparkan keangkasa luar, tepatnya disamping pelanet markurius yang berdekatan dengan matahari. Saddam husen yang sangat berambisi untuk mendapatkan tahuisi itu seketika berubah menjadi manusia super yang biasa disebut dengan kelikit man karna bentuk perubahannya menyerupai lalat. Tanpa berpikir panjang sadam pun terbang kearah pelanet markurius untuk menjemput tahuisi itu. Benar saja, tahuisi mampu didapatkan sadam. Senyum simpul terlihat dari wajah sadam. Dengan membusungkan dada, sadam (kelikit man) menunjukkan kebanggaan pada dirinya karna berhasil mendapatkan tahuisi. Tiba-tiba salim datang dari arah belakang sadam dan langsung menyiram punggung sadam dengan seonggok tai sapi yang diambil dari sawah inak serah yang baru saja nenggala menggunakan teraktor tradisional (kendaraan sapi). Dengan wajah merah menyala dan mengeluarkan sedikit asap dari telinganya sadam pun balik melempari salim dengan satu karung tai murni yang dikeluarkan langsung dari perutnya sendiri. Lempar-lemparan terjadi begitu seru sampai titik tahi penghabisan. Icha dan yeyen juga ikut berambisi untuk mendapatkan tahuisi itu, melihat situasi itu maka ada peluang untuk mendapatkan tahuisi. Disaat salim dan sadam sedang bertarung, icha dan yeyen sedang beripping untuk mengatur strategi mendapatkan tahuisi. Selang beberapa menit, yeyen dan icha datang menyerang sadam dan salim.
Tahuisi mampu direbut oleh icha dan icha pun tertawa sekuat tenaga saking senangnya mendapatkan tahuisi sampai-sampai pak kepala desa dan semua perangkat desa yang sedang bertugas di kantor desa mendengar suara auman teriakan tertawa icha. Akhirnya pak kepala mengerahkan warga desa jerogunung untuk beramai-ramai mendatangi posko desa jerogunung untuk menutup mulut icha yang tertawa begitu besar. Ribuan warga datang dan berjubel membanjiri posko. Melihat situasi itu, evan mengambil alih kekuasaan posko dan tanpa pikir panjang evan langsung menghantam ribuan warga yang masuk ke rumahnya (posko) itu. Habis sudah warga desa ditendang oleh evan dan mereka semua tergeletak sekarat di pinggiran jalan repok desa, embung sayut, dan lingkok mudung. Saking marahnya evan melihat kejadian itu sampai-sampai penghuni posko (mahasiswa kkn) ikut di habisi oleh evan. Semuanya tergeletak juga mengidap kesakitan tiada tara dari tendangan evan yang begitu keras dan mematikan itu. Akhirnya tahuisi yang sudah layu dan kotor akibat direbutkan penghuni posko itu diambil oleh evan dibawah kompor gas itu. Evan lah pemenang untuk mendapatkan tahuisi itu. Sungguh pertikaian yang sengit.
Selamat tertawa...
Wassalam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar