Deskripsi teks

ini adalah diariku, catatan kehidupanku. aku merasa tenang setelah menuliskan keluh kesah dan harapanku. atau mungkin sesuatu yang baru saja kualami dan temui, semua tertuang disini.

Selasa, 20 Agustus 2013

Rasa Takut dan Rasa Malu



Berbicara konsep adalah relatif mudah, karena bisa diketahui dengan banyak-banyak mencari refrensi atau mungkin dari cerita pengalaman orang lain. Apapun bentuk konsep itu, entah itu masalah kepemimpinan maupun akademik, kalau saja masih ada rasa takut dan rasa malu maka konsep-konsep yang sudah menumpuk di kepala itu akan sia-sia. Sering kali kita tidak menyadari bahwa kita terlalu banyak memberikan konsep kepada orang lain karena memang kita tau soal konsep itu, tapi yang sering terlewatkan itu adalah menggeluti konsep kita sendiri. Berbicara memang mudah, tapi melakukannya yang sulit. Kenapa demikian ?, karena disetiap kita (manusia) masih mempunyai sifat rasa takut dan rasa malu. Contoh kecil, kita tau kalau didalam memimpin itu harus tegas, bijaksana, adil dan lain sebagainya tapi didalam pelaksanaannya tanpa diduga pasti ada rintangan yang menghadang. Rintangan ini bisa berupa penyimpangan yang dibuat oleh teman kita sendiri sehingga kita malu untuk menegurnya dan bisa juga dilakukan oleh musuh kita yang sangat kuat sehingga kita takut untuk menegurnya atau mungkin kita punya kesalahan yang menyebabkan kita malu untuk berinteraksi kepada orang yang terkait dengna maslah kita itu.

Mulai dari diri sendiri sepertinya statemen paling ampuh untuk menanggulangi permasalahan diatas. Takut bertanya dalam kelas saat pembelajaran berlangsung juga masalah..! malu mengajak teman berdiskusi masalah pelajaran juga masalah. Untuk itulah jurus ‘mulai dari diri sendiri’ itu harus kita lakukan. Siapa lagi yang akan merubah keadaan kita menjadi lebih baik kalau bukan diri kita sendiri. Saya rasa membanggakan keberhasilan orang lain sudah tidak zaman lagi sekarang. Dulu saya sering terheran-heran melihan keberhasilan orang lain dan cendrung membanggakannya dengan alasan kedekatan secara pribadi dengan si orang hebat itu. Tapi sekedar berbangga dan tercengang melihat keberhasilan orang lain dan hanya mengandalkannya tanpa berusaha tuk menjadi orang berhasil seperti dia adlah sebuah kecelakaan intelektual. Mindset berfikir seperti inilah yang akan menggilas kita menjadi mahasiswa yang tertinggal dari yang lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar